Reformasi Sekolah dengan Membangun Komunitas Belajar (Learning Community)

Reformasi sekolah adalah suatu upaya mengubah falsafah dan budaya para guru dan pengelola sekolah, dengan memperbaiki kondisi belajar dan lingkungan belajar agar setiap siswa dapat mencapai tujuan belajar dalam rangka terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Falsafah dan budaya guru yang dikembangkan adalah : siswa sebagai obyek pembelajaran, prinsip saling kolaboratif, kondisi lingkungan yang kondusif bagi proses pembelajaran siswa.  Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan reflektif yaitu pendekatan yang lebih berfokus pada kegiatan siswa dalam pembelajaran, bukan pada teknik mengajar dan ketrampilan guru. Dalam pendekatan ini guru mengnalisis dengan serius pembelajaran mereka sendiri, terutama memberikan perhatian kepada siswa apakah siswa benar-benar belajar dengan baik selama di kelas. Setiap kali mereka menemukan siswa tidak belajar dengan baik guru mencoba untuk mencari alasan dibalik hal itu, mengapa hal itu terjadi. Temuan ini akan menjadi petunjuk berguna untuk perbaikan pembelajaran berikutnya sehingga akan berkembang lebih baik.

Komunitas belajar dapat dibedakan menjadi 2 macam. Pertama komunitas belajar tingkat kelas yang merupakan tanggung jawab guru, dan kedua kmunitas belajar tingkat sekolah yang merupakan tanggung jawab kepala sekolah, tujuannya agar terjadi proses saling belajar antara guru dengan guru. Kebijakan kepala sekolah dalam rangka membentuk komunitas belajar di tingkat sekolah diantaranya menetapkan kegiatan lesson study.

Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.

Lesson study adalah suatu strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prisip-prinsip kolegalitas dan mutual learning. (Dr. rer.nat. Asep Supriatna, M.Si, dkk; Panduan Implementasi Lesson Study; 2010)

 

Lesson study merupakan suatu strategi bagaimana meningkatkan keprofesionalan guru dari guru oleh guru dan untuk guru. Oleh karena itu, peserta perlu memahami pengertian lesson study dan langkah-langkah pelaksanaannya serta mempraktekkannya. Untuk ini disusun materi pelatihan tentang pengertian lesson study dan langkah-langkah pelaksanaannya, serta bagaimana menyusun perangkat pembelajaran yang dapat dipahami dan dipraktekkan oleh para guru sesuai dengan perangkat yang telah direncanakan.

Untuk dapat menyusun perangkat pembelajaran, khususnya rencana pelaksanaan pembelajaran (lesson plan), selain penguasan materi ajar, guru perlu mempertimbangkan karakteristik siswa dan strategi/model pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa yang dihadapinya. Untuk ini disusun materi pelatihan sebagai tindak lanjut dari Program Pelayanan Peningkatan Mutu Pendidikan (PPMP) yang telah dilaksanakan mengenai strategi pembelajaran yang inovatif melalui Lesson Study dan cara menyusun desainnya, termasuk model pembelajaran sebagai alternatif pelaksanaan Lesson tudy tersebut.

Rencana pembelajaran dan perangkat lainnya yang telah disusun secara matang, selanjutnya perlu dipraktekkan di depan kelas. Apakah dengan mempraktekkan rencana pembelajaran dan perangkat lainnya tersebut dapat nyata-nyata dapat mengaktifkan belajar siswa, siswa tampak memahami materi ajar, siswa termotivasi belajarnya, dan siswa tampak senang dan bergairah dalam belajar? Untuk mengetahui hal-hal tersebut dengan benar, maka disajikan materi pelatihan tentang evaluasi pelaksanaan lesson study dan cara menyusun instrumennya.

Selanjutnya, agar model-model pelaksanaan lesson study tersebut dapat dicontoh atau sebagai bahan kajian, maka pelaksanaan lesson study perlu didokumentasikan dengan baik. Lesson Study bertujuan untuk melakukan pembinaan profesi pendidik secara berkelanjutan agar  terjadi peningkatan profesionalitas pendidik terus menerus yang tercermin dari peningkatan mutu pembelajaran. Pembinaannya melalui pengkajian pembelajaran secara terus menerus dan berkolaborasi dengan alasan : tidak ada pembelajaran yang sempurna, setiap siswa memiliki hak belajar, pembelajaran harus memperhatikan keseimbangan antar peningkatan kemampuan berpikir dan peningkatan sikap, pembelajaran harus berpusat pada siswa. Membangun komunitas belajar adalah membangun budaya yang memfasilitasi anggotanya untuk saling belajar, saling koreksi, saling menghargai, saling bantu, saling menahan ego. Objek kajian pembelajaran dapat meliputi : materi ajar, metode/strategi/pendekatan pembelajaran, LKS, media pembelajaran, seting kelas, dan asesmen. Dilakukannya secara berkolaborasi karena lebih banyak masukan perbaikan akan meningkatkan mutu pembelajaran itu sendiri. Prinsip kolegialitas dan mutual learning (saling belajar) diterapkan dalam berkolaborasi ketika melaksanakan kegiatan lesson study. Peserta kegiatan lesson study tidak boleh meras superior (paling pintar) atau imperior (rendah diri) tetapi harus diniatan untuk saling belajar. Peserta yang sudah paham atau memiliki ilmu lebih harus mau berbagi dengan peserta yang belum paham , sebaliknya peserta yang belum paham harus mau bertanya kepada yang sudah paham. Keberadaan narasumber dalam forum lesson study harus bertindak sebagai fasilitator, bukan instruktur. Fasilitator harus dapat memotivasi peserta mengembangkan potensi yang dimiliki para peserta agar maju bersama.

Berbeda dengan pelatihan konvensional yang sifatnya top-down, pelatihan lesson study bersifat bottom-up karena materi pelatihan berbasis permasalahan yang dihadapi guru di sekolah, kemudian dikaji secara kolaboratif dan berkelanjutan. Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan, Do dan See : tahapan pertama Plan adalah perencanaan yang secara kolaborasi mencari solusi inovatif atas permasalahan dalam pembelajaran untuk mengaktifkan siswa; tahap kedua Do adalah implementasi (ujicoba inovasi pembelajaran pada kelas nyata, seorang guru mengajar dan guru lain mengobservasi/menacatat aktivitas siswa dan tahapan ketiga See yaitu refleksi (membahas temuan tentang aktivitas dan merancang tindak lanjut) yang berkelanjutan. Objek kajian pada kegiatan Lesson Study ini antara lain :  materi ajar, metode/strategi, pendekatan pembelajaran, seting kelas, asesmen.

Pada tahap perencaan/Plan guru melakukan perencanaan pembelajaran berdasarkan permasalahan yang nyata di kelas, tjuan pembelajaran dan perkembangan siswa. Sebagai hasil akhir dari tahapan perencanaan adalah dihasilkannya rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) lengkap dengan strategi/metode/model pembelajaran yang dipilih untuk menyajikan materi, LKS, media pembelajaran termasuk cara penilaian atau asesmen.

Pada tahap pelaksanaan tidakan/Do, dilaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru model. Pada tahap ini juga dilakukan kegiatan pengamatan/observasi dengan cara mengobservasi pembelajaran untuk mengumpulkan data tentang aktifitas belajar siswa. Observer yang menyaksikan pembelajaran berlaku aturan aturan tersendiri yang harus ditaati misalnya: ketika pembelajaran observer pada posisi berdiri, tidak boleh saling bicara, tidak intervensi ketika pembelajaran berlangsung dan focus pengamatan ditujukan pada pertanyaan-pertanyaan : apakah siswa belajar, bagaimana prosesnya? Adakah siswa tidak belajar dan mengapa tidak belajar? Bagaimana usaha guru memotivasi siswa belajar? Observer berada di dalam kelas untuk belajar dari pembelajaran yang sedang berlangsung dan bukan untuk mengevaluasi guru model.

Pada tahap refleksi/See dilakukan dengan menggunakan data hasil observasi selama pembelajaran terutama difokuskan pada ketiga pertanyaan-pertanyaan ketika observasi. Masukan-masukan dari observer digunakan sebagai bahan untuk melakukan re-planning dengan topic yang sama untuk pembelajaran di kelas lain.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: